Hayanti & Jamaludin

By : @ekyMTD

Setiap mahluk yang diciptakan pasti memiliki pasangannya masing-masing, kepercayaan dari kata-kata itulah yang aku pegang teguh hingga waktunya berahir dan aku berfikir ternyata tidak semua mahluk yang diciptakan memiliki pasangannya. Hanya ada tiga kemungkinan apakah pasangan milik kita telah meninggal, pasangan kita yang belum lahir atau pasangan kita telah menjadi kepunyaan orang lain.

Kisah yang seharusnya aku rahasiakan dan aku jadikan kenangan indah tersimpan dalam hati terpaksa harus aku ceritakan, walaupun aku tau tidak ada yang memaksaku untuk bercerita.

Berhenti dari tempat bekerja karena tidak mentaati peraturan adalah keputusan terbaik saat ini, walaupun aku meninggalkan seorang wanita yang bernama hayanti, Wanita yang tutur katanya baik dan berahlak mulia. perpisahan dan pertemuan terahir diatas gedung lantai 10  di iringi tangisan dan air mata dengan cairan kental yang keluar dari hidung hayanti membuat hatiku rasahnya tidak ingin pergi. Sambil menangis hayanti beranikan diri untuk memulai pembicaraan sebelum aku pergi.

Hayanti : jamaludin, aku dengar pagi ini kamu akan meninggalkan perusahaan ini?

Aku        : sepertinya beritanya cepat sampai padamu, ia aku akan pergi pagi ini.

Hayanti : jamaludin sebelum kamu pergi maukah kamu memenuhi permintaanku?

Aku        : tentu hayanti, apa itu ?

Hayanti : bayarkan hutangmu pada siapa saja yang telah kau pinjami uang. Aku tidak mau mereka mengejarku hanya untuk meminta aku membayar hutangmu.

Aku        : ia hayanti akanku lakukan.

Hayanti : biarlah kamu pergi dan aku akan berjanji bahwa kamulah yang akan menjadi suamiku Jika tidak di dunia kamulah suamiku di ahirat.

Aku        : mengapa kamu berjanji hayanti ?

Hayanti : agar kamu pergi dengan tenang untuk mencari pekerjaan jamaludin.

Aku        : enta berapa lama kita akan berpisah, dan akan bertemu kembali.

Hayanti : aku berikan gelang karet ini padamu sebagai pengingatmu pada diriku.

Aku         : hayanti tunggulah aku kembali dan kita akan bersama selamanya

Setelah memeluk hayanti aku melangka pergi keluar dari tempat pekerjaanku. Dan dengan modal yang tidak seberapa aku memulai bisnisku sendiri.

Perpisahan yang awalnya kita masih saling telfon-telfonan lama kelamaan tidak lagi, sampai pada ahirnya aku menerima kabar bahwa hayanti telah di lamar dan menikah dengan bos pemilik perusahaan tempat saya bekerja dulu.

Hanya temanku yang mengurusku ketika sakit hampir mati karena menahan luka kecewah. Enta siapa yang mengatakan pada hayanti jika aku sakit, tiba-tiba saja dia datang dan mencoba menghiburku, akupun tersadar bahwa hayanti bukan lagi kepunyaanku tapi milik orang lain.

Bangkit dari luka aku mencobah untuk kembali bangkit lagi dan melupakan masa lalu dan dengan ketekunan, kerja keras dan sedikit keberuntungan ahirnya bisnis yang aku rintis berhasil dan membawahku dalam kesuksesan. Memiliki rumah mewah, mobil, dan uang tidak membuat aku lupa siapa diriku dulu.

Aku yang tidak perna menduga mendengar perusahaan milik suami hayanti bangkrut akhirnya memutuskan untuk menolong dan membiarkan hayanti dan suaminya tinggal dirumahku.

Setiap melihat hayanti aku takut perasaan yang sudah lama aku lupakan akan kembali lagi, dengan cepat pula aku sadar bahwa hayanti telah bersuami. Suami hayanti yang merasa bersalah padaku memili untuk pergi dan menitipkan hayanti padaku sampai dia kembali lagi, tapi bukan suaminya yang kembali melainkan surat yang berisi perpisahan dengan kabar bahwa suami hayanti bunuh diri dengan meminum racun tikus.

1 minggu setelah kematian suami hayanti, tepat pada malam minggu hayanti menghampiriku dan memberanikan diri untuk memulai pembicaraan

Hayanti : jamaludin aku minta maaf tidak menepati janji

Jamaludin : Maaf ?

-Kau rega segenap pucuk daun teh pengharapanku, kau patahkan. Kau minta maaf

-ia demikianlah perempuan,dia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya walaupun kecil

-dan dia lupa kekejamannya sendiri pada orang lain,padahal begitu besarnya

-lupakah kau siapakah diantara kita yang kejam

-bukankah kau yang telah berjanji ketika saya berhenti bekerja, karena tidak mentaati peraturan

-orang hina dina tidak taat akan aturan

-ketika itu kau temani saya di atas gedung lantai 10, kau berjanjikan menuggu kedatanganku berapapun lamanya

-tapi kemudian kau berpaling yang lebih gaga,kaya raya,berbangsa,beradat, berlembaga,serta keadilan social bagi seluru rakyat Indonesia, kau tau itu sila keberapa hayanti?

-kau sendiri yang bilang padaku bahwa perkawinan itu bukan paksaan orang lain tetapi memang keinginanmu sendiri

-hampir saya berubah menjadi super saiya 4 hayanti

-2 bulan lamanya saya diopname tergeletak ditempat tidur rumah sakit. untung saja ada BPJS jadi gratis.

-kau jenguk aku dalam sakitku, menunjukan bahwa kamu tidak ada body lagi dan menjadi kepunyaan orang lain

-siapakah diantara kita yang kejam hayanti,dirimu atau aku

-saya kirimkan sms-sms saya telfon-telfon tapi ternyata hp saya lobet. lalu saya kirimkan surat dari kertas HPS A4 Meratap menghinakan diri, memohon dikasihani

-tiba-tiba kau balas saja surat itu dengan surat tilang

-kau katakan bahwa kau miskin sayapun miskin hidup tidak akan bruntung kalau tidak punya uang untuk bayar surat tilang

-karna itu kau pilih kehidupan yang lebih senang, mentereng, sembriwing, cukup uang, berenang didalam emas bersayap uang kertas, karna kalau kau bersayap daun pisang itu berarti kau mau mencari ayahmu.

-siapakah diantara kita yang kejam hayanti

-siapakah yang telah menghalangi seorang anak muda bercita-cita tinggi ingin menjadi vokalis kangen band

-tetapi ahirnya berhenti bekerja, hilang pekerjaanku dan gaji besarku

Hayanti : Maafkan aku zamaludin, apakah kau sekejam ini

Jamaludin :

-tidak hayanti, saya tidak kejam. Saya bukan black cobra anak jalanan

-bukankah kau yang meminta didalam surat tilangmu supaya cinta kita itu dihilangkan dan di lupakan saja.

-diganti dengan persahabatan yang kekal

-permintaan itulah yang saya pegang tegu sekarang

-kau bukan kecintaanku kau bukan tunanganku bukan istriku, tetapi janda dari matan bosku

-maka itu secara seorang sahabat bahkan secara seorang keluarga saya akan kembali tegu memegang janjiku dalam persahabatan itu

-sebagaimana teguhku dahulu memegang cintaku

-itulah sebapnya dengan segenap ridoh hati ini, kau ku bawah tinggal dirumahku untuk menunggu kedatangan suamimu, tetapi kemudian bukan dirinya yang kembali pulang tapi surat cerai dan kabar dia minum racun tikus maka itu sebagai seorang sahabat pula kau kan ku lepas pulang ke kampungmu, tanah asalmu

-tanah kering, yang kaya raya, yang beradat, belembaga, yang mengantarkan kita ke depan pintu gerbang kemerdekaan. undang-undang Tahun 1945 itu hayanti biar kamu tahu

-biar kamu tahu hayanti, pantang pisang berbuah dua kali,pantang lelaki makan durian. saya alergi buah itu.

KAPAL SELAM

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s